Bab 5 - Etika dan Moral Kristiani


Moral sendiri yaitu suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas – batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Teologi moral katolik adalah sebuah kategori besar dari doktrin di dalam Gereja Katolik Roma, sejajar dengan sebuah etika religius. Teologi moral meliputi ajaran sosial, etika medis, etika seksual dan berbagai doktrik Gereja Katolik Roma  terhadap kebajikan moral dan teori moral individu.

Teologi moral Katolik saat ini dikembangkan oleh keputusan-keputusan Magisterium, oleh Sri Paus dan para Uskup, termasuk juga karya-karya teolog moral Katolik yang meliputi ajaran-ajaran magisterial dan opini-opini teologis. Beberapa teolog moral Katolik termasuk diantaranya Santo Alfonsus dari Liguori, Germain Grisez (penulis buku Jalan Tuhan Yesus) dan John Finnis (penulis buku Hukum Alam dan Hak Alamiah). Teologi moral condong untuk berkembang secara otoriter melalui pernyataan-pernyataan resmi mengenai doktrin, seperti ensiklik kepausan dan karya-karya besar dari Konsili Vatikan II.

Selain itu, teologi moral menerbitkan karya-karya mereka sendiri dan menulis di berbagai jurnal yang dikhususkan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk teologi moral. Jurnal-jurnal ini berguna untuk membuat teologi Gereja menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh kaum awam. Walaupun begitu, jurnal-jurnal ini tidak menambah maupun mengurangi hal apapun dari ajaran Katolik, namun lebih menjadi sebuah forum dimana diskusi-diskusi ilmiah mengenai masalah-masalah yang ada terjadi.

Etika adalah suatu ilmu  yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang harus dilakukan oleh manusia dengan yang lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus dibuat.
Persamaan Etika dan Agama berdasarkan pada  :

a.       Sasarannya : Etika dan Agama sama-sama bertujuan meletakan dasar ajaran moral, agar manusia dapat membedakan mana perbuatan yang man baik dan yang tidak baik.
b.      Sifatnya       : Etika dan Agama sama-sama bersifat memberi peringatan dan sama-sama bersifat tidak memaksa.

Etika diperlukan dalam beragama

 Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral, dimana pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan keterampilan etika agar dapat memberikan orientasi itu.

Alasan Etika diperlukan Agama :
1.       Orang beragama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional.
2.       Etika memungkinkan dialog  antar agama, dimana etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama antar agama.
3.       Etika memungkinkan dialog antar agama dengan pandangan-pandangan dunia.

 ETIKA MENURUT AGAMA KRISTIANI :
Yaitu etika yang dianut oleh agama Kristen dan berlandaskan Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi segala kebaikan. Menurut Emanuel E. James : Etika Kristen mempertimbangkan relasi dan pengertian akan Allah dalam perilaku manusia dan menunjukan respon kepada Allah melalui Kristus sebagai syarat mutlak.
Titik tolak  berpikir Etika Kristen adalah iman kepada Tuhan yang telah menyatakan diri di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Etika Kristen merupakan tanggapan akan kasih Allah yang menyelamatkan kita.

Oleh sebab itu dalam kehidupan masyarakat harus mengerti penting nya dari etika dan moral dalam kehidupan ini, jika kita tidak memiliki etika serta moral yang baik hidup di dunia ini menjadi tidak ada artinya dan kosong serta menimbulkan sifat – sifat buruk dalam diri sendiri.
Moral sendiri yaitu suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas – batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Teologi moral katolik adalah sebuah kategori besar dari doktrin di dalam Gereja Katolik Roma, sejajar dengan sebuah etika religius. Teologi moral meliputi ajaran sosial, etika medis, etika seksual dan berbagai doktrik Gereja Katolik Roma  terhadap kebajikan moral dan teori moral individu.

Teologi moral Katolik saat ini dikembangkan oleh keputusan-keputusan Magisterium, oleh Sri Paus dan para Uskup, termasuk juga karya-karya teolog moral Katolik yang meliputi ajaran-ajaran magisterial dan opini-opini teologis. Beberapa teolog moral Katolik termasuk diantaranya Santo Alfonsus dari Liguori, Germain Grisez (penulis buku Jalan Tuhan Yesus) dan John Finnis (penulis buku Hukum Alam dan Hak Alamiah). Teologi moral condong untuk berkembang secara otoriter melalui pernyataan-pernyataan resmi mengenai doktrin, seperti ensiklik kepausan dan karya-karya besar dari Konsili Vatikan II.

Selain itu, teologi moral menerbitkan karya-karya mereka sendiri dan menulis di berbagai jurnal yang dikhususkan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk teologi moral. Jurnal-jurnal ini berguna untuk membuat teologi Gereja menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh kaum awam. Walaupun begitu, jurnal-jurnal ini tidak menambah maupun mengurangi hal apapun dari ajaran Katolik, namun lebih menjadi sebuah forum dimana diskusi-diskusi ilmiah mengenai masalah-masalah yang ada terjadi.

Etika adalah suatu ilmu  yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang harus dilakukan oleh manusia dengan yang lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus dibuat.
Persamaan Etika dan Agama berdasarkan pada  :

a.       Sasarannya : Etika dan Agama sama-sama bertujuan meletakan dasar ajaran moral, agar manusia dapat membedakan mana perbuatan yang man baik dan yang tidak baik.
b.      Sifatnya       : Etika dan Agama sama-sama bersifat memberi peringatan dan sama-sama bersifat tidak memaksa.

Etika diperlukan dalam beragama

 Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral, dimana pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan keterampilan etika agar dapat memberikan orientasi itu.

Alasan Etika diperlukan Agama :
1.       Orang beragama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional.
2.       Etika memungkinkan dialog  antar agama, dimana etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama antar agama.
3.       Etika memungkinkan dialog antar agama dengan pandangan-pandangan dunia.

 ETIKA MENURUT AGAMA KRISTIANI :
Yaitu etika yang dianut oleh agama Kristen dan berlandaskan Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi segala kebaikan. Menurut Emanuel E. James : Etika Kristen mempertimbangkan relasi dan pengertian akan Allah dalam perilaku manusia dan menunjukan respon kepada Allah melalui Kristus sebagai syarat mutlak.
Titik tolak  berpikir Etika Kristen adalah iman kepada Tuhan yang telah menyatakan diri di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Etika Kristen merupakan tanggapan akan kasih Allah yang menyelamatkan kita.

Oleh sebab itu dalam kehidupan masyarakat harus mengerti penting nya dari etika dan moral dalam kehidupan ini, jika kita tidak memiliki etika serta moral yang baik hidup di dunia ini menjadi tidak ada artinya dan kosong serta menimbulkan sifat – sifat buruk dalam diri sendiri.
Moral sendiri yaitu suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas – batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Teologi moral katolik adalah sebuah kategori besar dari doktrin di dalam Gereja Katolik Roma, sejajar dengan sebuah etika religius. Teologi moral meliputi ajaran sosial, etika medis, etika seksual dan berbagai doktrik Gereja Katolik Roma  terhadap kebajikan moral dan teori moral individu.

Teologi moral Katolik saat ini dikembangkan oleh keputusan-keputusan Magisterium, oleh Sri Paus dan para Uskup, termasuk juga karya-karya teolog moral Katolik yang meliputi ajaran-ajaran magisterial dan opini-opini teologis. Beberapa teolog moral Katolik termasuk diantaranya Santo Alfonsus dari Liguori, Germain Grisez (penulis buku Jalan Tuhan Yesus) dan John Finnis (penulis buku Hukum Alam dan Hak Alamiah). Teologi moral condong untuk berkembang secara otoriter melalui pernyataan-pernyataan resmi mengenai doktrin, seperti ensiklik kepausan dan karya-karya besar dari Konsili Vatikan II.

Selain itu, teologi moral menerbitkan karya-karya mereka sendiri dan menulis di berbagai jurnal yang dikhususkan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk teologi moral. Jurnal-jurnal ini berguna untuk membuat teologi Gereja menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh kaum awam. Walaupun begitu, jurnal-jurnal ini tidak menambah maupun mengurangi hal apapun dari ajaran Katolik, namun lebih menjadi sebuah forum dimana diskusi-diskusi ilmiah mengenai masalah-masalah yang ada terjadi.

Etika adalah suatu ilmu  yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang harus dilakukan oleh manusia dengan yang lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus dibuat.
Persamaan Etika dan Agama berdasarkan pada  :

a.       Sasarannya : Etika dan Agama sama-sama bertujuan meletakan dasar ajaran moral, agar manusia dapat membedakan mana perbuatan yang man baik dan yang tidak baik.
b.      Sifatnya       : Etika dan Agama sama-sama bersifat memberi peringatan dan sama-sama bersifat tidak memaksa.

Etika diperlukan dalam beragama

 Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral, dimana pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan keterampilan etika agar dapat memberikan orientasi itu.

Alasan Etika diperlukan Agama :
1.       Orang beragama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional.
2.       Etika memungkinkan dialog  antar agama, dimana etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama antar agama.
3.       Etika memungkinkan dialog antar agama dengan pandangan-pandangan dunia.

 ETIKA MENURUT AGAMA KRISTIANI :
Yaitu etika yang dianut oleh agama Kristen dan berlandaskan Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi segala kebaikan. Menurut Emanuel E. James : Etika Kristen mempertimbangkan relasi dan pengertian akan Allah dalam perilaku manusia dan menunjukan respon kepada Allah melalui Kristus sebagai syarat mutlak.
Titik tolak  berpikir Etika Kristen adalah iman kepada Tuhan yang telah menyatakan diri di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Etika Kristen merupakan tanggapan akan kasih Allah yang menyelamatkan kita.

Oleh sebab itu dalam kehidupan masyarakat harus mengerti penting nya dari etika dan moral dalam kehidupan ini, jika kita tidak memiliki etika serta moral yang baik hidup di dunia ini menjadi tidak ada artinya dan kosong serta menimbulkan sifat – sifat buruk dalam diri sendiri.
Moral sendiri yaitu suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas – batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Teologi moral katolik adalah sebuah kategori besar dari doktrin di dalam Gereja Katolik Roma, sejajar dengan sebuah etika religius. Teologi moral meliputi ajaran sosial, etika medis, etika seksual dan berbagai doktrik Gereja Katolik Roma  terhadap kebajikan moral dan teori moral individu.

Teologi moral Katolik saat ini dikembangkan oleh keputusan-keputusan Magisterium, oleh Sri Paus dan para Uskup, termasuk juga karya-karya teolog moral Katolik yang meliputi ajaran-ajaran magisterial dan opini-opini teologis. Beberapa teolog moral Katolik termasuk diantaranya Santo Alfonsus dari Liguori, Germain Grisez (penulis buku Jalan Tuhan Yesus) dan John Finnis (penulis buku Hukum Alam dan Hak Alamiah). Teologi moral condong untuk berkembang secara otoriter melalui pernyataan-pernyataan resmi mengenai doktrin, seperti ensiklik kepausan dan karya-karya besar dari Konsili Vatikan II.

Selain itu, teologi moral menerbitkan karya-karya mereka sendiri dan menulis di berbagai jurnal yang dikhususkan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk teologi moral. Jurnal-jurnal ini berguna untuk membuat teologi Gereja menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh kaum awam. Walaupun begitu, jurnal-jurnal ini tidak menambah maupun mengurangi hal apapun dari ajaran Katolik, namun lebih menjadi sebuah forum dimana diskusi-diskusi ilmiah mengenai masalah-masalah yang ada terjadi.

Etika adalah suatu ilmu  yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang harus dilakukan oleh manusia dengan yang lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus dibuat.
Persamaan Etika dan Agama berdasarkan pada  :

a.       Sasarannya : Etika dan Agama sama-sama bertujuan meletakan dasar ajaran moral, agar manusia dapat membedakan mana perbuatan yang man baik dan yang tidak baik.
b.      Sifatnya       : Etika dan Agama sama-sama bersifat memberi peringatan dan sama-sama bersifat tidak memaksa.
  
Etika diperlukan dalam beragama

 Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral, dimana pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan keterampilan etika agar dapat memberikan orientasi itu.

Alasan Etika diperlukan Agama :
1.       Orang beragama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional.
2.       Etika memungkinkan dialog  antar agama, dimana etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama antar agama.
3.       Etika memungkinkan dialog antar agama dengan pandangan-pandangan dunia.

 ETIKA MENURUT AGAMA KRISTIANI :
Yaitu etika yang dianut oleh agama Kristen dan berlandaskan Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi segala kebaikan. Menurut Emanuel E. James : Etika Kristen mempertimbangkan relasi dan pengertian akan Allah dalam perilaku manusia dan menunjukan respon kepada Allah melalui Kristus sebagai syarat mutlak.
Titik tolak  berpikir Etika Kristen adalah iman kepada Tuhan yang telah menyatakan diri di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Etika Kristen merupakan tanggapan akan kasih Allah yang menyelamatkan kita.

Oleh sebab itu dalam kehidupan masyarakat harus mengerti penting nya dari etika dan moral dalam kehidupan ini, jika kita tidak memiliki etika serta moral yang baik hidup di dunia ini menjadi tidak ada artinya dan kosong serta menimbulkan sifat – sifat buruk dalam diri sendiri.

Comments