14 Oktober 2018

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. (Mat 5:3)

Bacaan Injil yang disampaikan kepada kita pada hari ini , Yesus mengajak kita untuk dapat memperoleh hidup yang kekal. Hal ini tampak dari pertanyaan dari seseorang kepada Yesus: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat, untuk memperoleh hidup yang kekal?" Tuhan Yesus memberikan jawaban atas pertanyaan untuk mendapatkan hidup yang kekal dengan menjalani kehendak yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus. Langkah pertama itu adalah menaati perintah Allah yakni 10 perintah Allah yang disampaikan melalui Musa. Akan tetapi, hal itu tidak akan bisa menuju kepada kehidupan kekal jika tidak diikuti dengan perintah Tuhan untuk menyerahkan diri dan hidup seutuhnya kepada Tuhan.Orang yang mengikuti Yesus akan memperoleh hidup yang kekal. Apa syarat untuk dapat mengikuti Yesus sepenuhnya ? Syarat utama adalah menyerahkan diri secara tulus pada tuntunan Tuhan. Untuk itu setiap orang dituntut untuk dapat melepaskan diri dari keterikatan akan hasrat keinginan duniawi dan keinginan pribadi.
Selain itu Yesus juga menjelaskan bahwa segala pengorbanan yang dilakukan oleh manusia untuk Tuhan Yesus akan dihargai. Mereka yang telah kehilangan segala yang mereka punya untuk mengikuti Yesus, akan menerima imbalan yang berlipat ganda untuk menggantikan segala yang sudah dikurbankan oleh manusia. Kita tidak dapat memperkirakan apa yang akan didapatkan sebagai ganti dari segala yang kita miliki untuk mengikuti Yesus. Namun Yesus ingin kita tahu adalah bahwa Tuhan tidak menutup mata untuk segala sesuatu yang sudah kita kurbankan. Karena Tuhan melihat dan memperhatikan dan Ia tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah mengurbankan segala sesuatu untuk mengikuti Dia. Meski murid- muridnya harus mengalami penindasan atau kemiskinan, tetapi mereka akan ditinggikan oleh Allah dalam Kerajaan Surga. Dan siapapun yang berada dalam posisi atas akan menjadi yang terakhir.
Tentunya kita pernah mempertanyakan pengorbanan kita dalam pelayanan yang begitu besar untuk Tuhan, baik berupa waktu, tenaga, pikiran, maupun harta. Lalu kita membandingkannya dengan orang lain, yang kelihatannya sedikit berkorban, tetapi mendapat nama dan penghargaan, bahkan dari apa yang kita lakukan. Mungkin terasa menyakitkan bagi kita. Namun jawaban dari Tuhan memberi kepastian bahwa Ia melihat segala sesuatu yang dikurbankan oleh manusia untuk melayani Tuhan. Tentu saja kita sebagai pengikut Kristus harus sadar diri, bahwa semata- mata pelayanan yang kita lakukan untuk Tuhan tidak didasarkan pada penghargaan yang akan kita dapat dari Tuhan, tetapi semata-mata tulus dari hati kita. Lakukanlah pelayanan kita sebagai wujud ucapan syukur dan terima kasih kita kepada Dia, yang telah mempercayai kita untuk melayani Dia.

Comments