Berbahagialah
orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan
Surga. (Mat 5:3)
Bacaan Injil yang disampaikan
kepada kita pada hari ini , Yesus mengajak kita untuk dapat memperoleh hidup
yang kekal. Hal ini tampak dari pertanyaan dari seseorang kepada Yesus:
"Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat, untuk memperoleh hidup yang
kekal?" Tuhan Yesus memberikan jawaban atas pertanyaan untuk mendapatkan
hidup yang kekal dengan menjalani kehendak yang telah diberikan oleh Tuhan
Yesus. Langkah pertama itu adalah menaati perintah Allah yakni 10 perintah
Allah yang disampaikan melalui Musa. Akan tetapi, hal itu tidak akan bisa
menuju kepada kehidupan kekal jika tidak diikuti dengan perintah Tuhan untuk
menyerahkan diri dan hidup seutuhnya kepada Tuhan.Orang yang mengikuti Yesus
akan memperoleh hidup yang kekal. Apa syarat untuk dapat mengikuti Yesus sepenuhnya
? Syarat utama adalah menyerahkan diri secara tulus pada tuntunan Tuhan. Untuk
itu setiap orang dituntut untuk dapat melepaskan diri dari keterikatan akan
hasrat keinginan duniawi dan keinginan pribadi.
Selain itu Yesus juga menjelaskan
bahwa segala pengorbanan yang dilakukan oleh manusia untuk Tuhan Yesus akan
dihargai. Mereka yang telah kehilangan segala yang mereka punya untuk mengikuti
Yesus, akan menerima imbalan yang berlipat ganda untuk menggantikan segala yang
sudah dikurbankan oleh manusia. Kita tidak dapat memperkirakan apa yang akan
didapatkan sebagai ganti dari segala yang kita miliki untuk mengikuti Yesus.
Namun Yesus ingin kita tahu adalah bahwa Tuhan tidak menutup mata untuk segala
sesuatu yang sudah kita kurbankan. Karena Tuhan melihat dan memperhatikan dan
Ia tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah mengurbankan segala sesuatu
untuk mengikuti Dia. Meski murid- muridnya harus mengalami penindasan atau
kemiskinan, tetapi mereka akan ditinggikan oleh Allah dalam Kerajaan Surga. Dan
siapapun yang berada dalam posisi atas akan menjadi yang terakhir.
Tentunya kita pernah
mempertanyakan pengorbanan kita dalam pelayanan yang begitu besar untuk Tuhan, baik
berupa waktu, tenaga, pikiran, maupun harta. Lalu kita membandingkannya dengan
orang lain, yang kelihatannya sedikit berkorban, tetapi mendapat nama dan
penghargaan, bahkan dari apa yang kita lakukan. Mungkin terasa menyakitkan bagi
kita. Namun jawaban dari Tuhan memberi kepastian bahwa Ia melihat segala
sesuatu yang dikurbankan oleh manusia untuk melayani Tuhan. Tentu saja kita
sebagai pengikut Kristus harus sadar diri, bahwa semata- mata pelayanan yang
kita lakukan untuk Tuhan tidak didasarkan pada penghargaan yang akan kita dapat
dari Tuhan, tetapi semata-mata tulus dari hati kita. Lakukanlah pelayanan kita
sebagai wujud ucapan syukur dan terima kasih kita kepada Dia, yang telah
mempercayai kita untuk melayani Dia.
Comments
Post a Comment