16 September 2018


“Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati” ( Yak 12:17)
Bacaan injil pada hari ini Yesus mengingatkan kita akan hal mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus bukanlah hal yang mudah bagi kita. Untuk mengikuti Yesus kita sebagai murid-Nya harus mengorbankan segala yang kita punya karena kita akan memikul salib kita sendiri. Yesus memberitahu murid – murid-Nya mengenai apa yang harus mereka lakukan dalam mengikuti Dia. Yesus berkata bahwa menjadi murid Tuhan harus menyangkal dirinya, memakul salib dan mengikuti Dia. Menyangkal diri artinya tidak mengakui hak atas diri sendiri, karena hanya Tuhan lah yang berhak membuat segala keputusan dalam berbagai aspek hidup kita.
Lalu mengapa kita harus memikul salib? karena salib adalah lambang dari dosa – dosa yang selama ini kita perbuat. Salib juga merupakan tempat dimana diri dan harkat Yesus direndahkan. Memikul salib menggambarkan perjalanan yang berat karena harus menanggung dosa. Bagi kita salib bukan merupakan pencobaan, bukan juga kesulitan hidup yang harus kita derita. Tetapi memikul salib itu terjadi dimana kita telah kehilangan reputasi, pangkat, kehormatan, atau harta kekayaan yang menguji kesetiaan kita sebagai murid Yesus.
Mengikuti Tuhan berarti menaati Tuhan. Dengan menaati berarti kita telah memilih untuk melakukan atau mengatakan apa pun yang dikatakan oleh Tuhan. Apakah kita merasa bahwa mengikuti Tuhan itu berat? Mungkin saja. Namun kita dapat meminta Tuhan untuk menguatkan kita disaat-saat lemah kita. seperti cerita pada bacaan injil Petrus masih mempertanyakan tentang siapa itu Yesus. Murid- murid Yesus meyakini Dia sebagai Mesias. Namun mereka meyakini Mesias sebagai pemimpin politik. Pernyataan Petrus bahwa terang penyataan Allah telah sirna. pemahaman Petrus tentang Yesus masih belum sempurna. Ia memang mengakui Yesus sebagai Mesias, tetapi bukan Mesias yang mengalami penderitaan dan kemudian mati tersalib. Menurut Yesus, konsep pemahaman ini salah karena Petrus tidak melihat hal itu berdasarkan sudut pandang Allah. Petrus malah bertindak seperti Iblis yang mencobai Yesus untuk melawan kehendak Allah dengan tidak mengikuti jalan salib. Yesus diutus Bapa-Nya ke dunia bukan untuk menyenangkan dan memuaskan keinginan manusia. Yesus datang terutama untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia, yaitu dosa. 
Apakah kita siap untuk mengikuti Tuhan ? Ingatlah saja bahwa sangkal diri, pikul salib dan mengikuti Tuhan bukanlah tindakan yang hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup. Tetapi mengikuti Tuhan bagaikan program pendidikan yang harus dijalani terus menerus. Upah besar akan menanti orang yang setia mengikut Yesus. Tetapi orang yang menolak percaya kepada Yesus akan mendapatkan kebinasaan kekal.

Comments