“Iman
tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati” ( Yak 12:17)
Bacaan injil pada hari ini Yesus
mengingatkan kita akan hal mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus bukanlah hal yang
mudah bagi kita. Untuk mengikuti Yesus kita sebagai murid-Nya harus
mengorbankan segala yang kita punya karena kita akan memikul salib kita
sendiri. Yesus memberitahu murid – murid-Nya mengenai apa yang harus mereka
lakukan dalam mengikuti Dia. Yesus berkata bahwa menjadi murid Tuhan harus
menyangkal dirinya, memakul salib dan mengikuti Dia. Menyangkal diri artinya tidak
mengakui hak atas diri sendiri, karena hanya Tuhan lah yang berhak membuat
segala keputusan dalam berbagai aspek hidup kita.
Lalu mengapa kita harus memikul salib?
karena salib adalah lambang dari dosa – dosa yang selama ini kita perbuat.
Salib juga merupakan tempat dimana diri dan harkat Yesus direndahkan. Memikul
salib menggambarkan perjalanan yang berat karena harus menanggung dosa. Bagi
kita salib bukan merupakan pencobaan, bukan juga kesulitan hidup yang harus
kita derita. Tetapi memikul salib itu terjadi dimana kita telah kehilangan
reputasi, pangkat, kehormatan, atau harta kekayaan yang menguji kesetiaan kita
sebagai murid Yesus.
Mengikuti Tuhan berarti menaati
Tuhan. Dengan menaati berarti kita telah memilih untuk melakukan atau
mengatakan apa pun yang dikatakan oleh Tuhan. Apakah kita merasa bahwa
mengikuti Tuhan itu berat? Mungkin saja. Namun kita dapat meminta Tuhan untuk
menguatkan kita disaat-saat lemah kita. seperti cerita pada bacaan injil Petrus
masih mempertanyakan tentang siapa itu Yesus. Murid- murid Yesus meyakini Dia
sebagai Mesias. Namun mereka meyakini Mesias sebagai pemimpin politik.
Pernyataan Petrus bahwa terang penyataan Allah telah sirna. pemahaman
Petrus tentang Yesus masih belum sempurna. Ia memang mengakui Yesus sebagai
Mesias, tetapi bukan Mesias yang mengalami penderitaan dan kemudian mati
tersalib. Menurut Yesus, konsep pemahaman ini salah karena Petrus tidak melihat
hal itu berdasarkan sudut pandang Allah. Petrus malah bertindak seperti Iblis
yang mencobai Yesus untuk melawan kehendak Allah dengan tidak mengikuti jalan
salib. Yesus diutus Bapa-Nya ke dunia bukan untuk menyenangkan dan
memuaskan keinginan manusia. Yesus datang terutama untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi manusia, yaitu dosa.
Apakah kita siap untuk mengikuti
Tuhan ? Ingatlah saja bahwa sangkal diri, pikul salib dan mengikuti Tuhan
bukanlah tindakan yang hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup. Tetapi
mengikuti Tuhan bagaikan program pendidikan yang harus dijalani terus menerus.
Upah besar akan menanti orang yang setia mengikut Yesus. Tetapi orang yang
menolak percaya kepada Yesus akan mendapatkan kebinasaan kekal.
Comments
Post a Comment