21 Oktober 2018


"Anak manusia datang untuk melayani dan untuk memberanikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang." (Mrk 10:45)
Perikop Injil yang disampaikan kepada kita pada hari ini Yesus mengajak kita untuk melayani. Ini adalah suatu undangan tetapi sekaligus menjadi kewajiban kita sebagai murid Yesus. Dan sebagai jawaban atas undangan Yesus untuk melayani, orang-orang akan merasa terikat dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan Yesus ini mengajak kita untuk sadar bahwa tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk melayani umat-Nya, sehingga kita pun harus turut mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap melayani yang muncul dari diri kita sebagai murid Yesus yaitu, memberi, menolong, berkorban, bahkan rela memberikan nyawa kita bagi orang lain. Pelayanan itu akan menuntun murid Yesus untuk mewujudkan misi Yesus yang datang ke dunia untuk melayani.
 Kita sebagai manusia tentunya ingin dapat mewujudkan misi Yesus untuk melayani sesama dengan sepenuh hati. Namun sudah menjadi sifat alamiah manusia yang melayani untuk mendapatkan sesuatu. Seperti yang diceritakan pada bacaan injil bahwa Yakobus dan Yohanes kemuliaan seperti Yesus. Permintaan dari Yakobus dan Yohanes ini tentu mengejutkan sebagai seorang murid Yesus. Mereka tidak mengerti tentang jalan Yesus untuk melayani adalah dengan menderita karena mereka hanya terpana dengan kemuliaan Yesus. Melihat permintaan Yakobus dan Yohanes itu, Yesus mengungkapkan : “ Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya”.
Permintaan Yakobus dan Yohanes menjadi perumpamaan tentang bagaimana sifat manusia dalam hal melayani. Terkadang manusia mau melayani karena ingin mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Hal melayani hanya sebatas karena ingin mendapatkan kedudukan atau kehormatan. Melayani yang seperti dilakukan oleh Yesus adalah melayani dengan sepenuh hati dan rela berkorban karena niat yang tulus dari dalam hati. Sudah seharusnya kita sebagai murid Yesus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yesus. Jika kita ingin mengikuti Yesus dengan sepenuh hati, maka marilah kita dapat melayani sesama dengan setulus hati. Karena sebenarnya panggilan hidup sebagai murid Yesus adalah tentang melayani sesama.

Comments