“Diberkatilah yang
datang dalam nama Tuhan. Diberkatilah Kerajaan yang telah tiba, Kerajaan bapa
kita Daud.” (Mrk 11:9b.10a)
Pada hari ini umat
Katolik merayakan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan
Injil pada hari ini bercerita mengenai kisah Yesus yang dihadapkan dalam
pengadilan sebelum akhirnya Ia dijatuhi hukuman mati. Di hadapan Pontius
Pilatus , Yesus menegaskan bahwa Ia adalah raja yang bukan datang dari dunia.
Dia Raja Abadi yang kasihnya takkan berakhir dan tidak mengedepankan kekuasaan
duniawi tetapi menguasai setiap hati yang percaya kepada-Nya. Apakah Yesus
sudah menjadi raja dalam hati kita ? Dalam hati kita, dalam keluarga atau
bahkan dalam komunitas yang berada di tengah-tengah kita? seringkali kita
menanyakan posisi Tuhan Yesus di dalam hati dan kehidupan kita. Disaat kita
bersikap rendah hati, Tuhan bersemayam di dalam hati kita. tetapi jika kita
bersikap egois, ataupun serakah, artinya Tuhan sedang tidak ada di dalam hati
kita.
Seperti Pilatus, memang kita tidak dapat menghindar
dari pengambilan keputusan mengenai sikap kita terhadap Yesus. Sebab itu,
berusahalah untuk mengenal Dia dan putuskanlah bagaimana kita harus bersikap
terhadap Dia! Apakah kita akan menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan?
Ingatlah bahwa konsekuensi keputusan kita saat ini adalah nasib kekal kita
kelak.
Bagaimana dengan Yesus sendiri? Sikap-Nya sangat
jelas. Dia lebih setia kepada sabda Allah sekalipun harus mengorbankan jiwa
raga, ketimbang menutupi kebenaran firman Allah hanya untuk kepentingan diri
sendiri.
Orang yang hidup demi
dan untuk hormat serta kemuliaan Allah, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri.
Ia akan berani memegang teguh kebenaran sabda Allah, sekalipun orang di
sekitarnya tidak setuju. Dia akan mengatakan apa yang benar, dan tetap berpihak
pada pelaksanaan kehendak Allah, sekalipun konsekuensinya berat.
Comments
Post a Comment