25 November 2018

“Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Diberkatilah Kerajaan yang telah tiba, Kerajaan bapa kita Daud.” (Mrk 11:9b.10a)
Pada hari ini umat Katolik merayakan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan Injil pada hari ini bercerita mengenai kisah Yesus yang dihadapkan dalam pengadilan sebelum akhirnya Ia dijatuhi hukuman mati. Di hadapan Pontius Pilatus , Yesus menegaskan bahwa Ia adalah raja yang bukan datang dari dunia. Dia Raja Abadi yang kasihnya takkan berakhir dan tidak mengedepankan kekuasaan duniawi tetapi menguasai setiap hati yang percaya kepada-Nya. Apakah Yesus sudah menjadi raja dalam hati kita ? Dalam hati kita, dalam keluarga atau bahkan dalam komunitas yang berada di tengah-tengah kita? seringkali kita menanyakan posisi Tuhan Yesus di dalam hati dan kehidupan kita. Disaat kita bersikap rendah hati, Tuhan bersemayam di dalam hati kita. tetapi jika kita bersikap egois, ataupun serakah, artinya Tuhan sedang tidak ada di dalam hati kita.
Seperti Pilatus, memang kita tidak dapat menghindar dari pengambilan keputusan mengenai sikap kita terhadap Yesus. Sebab itu, berusahalah untuk mengenal Dia dan putuskanlah bagaimana kita harus bersikap terhadap Dia! Apakah kita akan menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan? Ingatlah bahwa konsekuensi keputusan kita saat ini adalah nasib kekal kita kelak.
Bagaimana dengan Yesus sendiri? Sikap-Nya sangat jelas. Dia lebih setia kepada sabda Allah sekalipun harus mengorbankan jiwa raga, ketimbang menutupi kebenaran firman Allah hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Orang yang hidup demi dan untuk hormat serta kemuliaan Allah, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri. Ia akan berani memegang teguh kebenaran sabda Allah, sekalipun orang di sekitarnya tidak setuju. Dia akan mengatakan apa yang benar, dan tetap berpihak pada pelaksanaan kehendak Allah, sekalipun konsekuensinya berat.

Comments