Dalam perjalanan hidupnya, tentunya manusia memiliki
mimpi yang ingin ia capai. Dan menurut dia jika sudah mendapatkan apa yang
ingin di capai, dapat dikatakan dia telah sukses. namun terkadang apa yang
telah di capai seseorang dikatakan belum sukses menurut pandangan orang lain.
Banyak orang yang iri akan kesuksesan yang telah diraih oleh seseorang hingga
dia melakukan segala cara untuk dapat menjatuhkan kesuksesan seseorang. Padahal
setiap orang berhak dengan jalan hidupnya sendiri tanpa campur tangan orang
lain. Seperti cerita dalam Injil ketika murid Yesus tidak suka ketika ada orang
yang bukan murid Yesus dapat melakukan mukjizat atas nama Yesus. Murid Yesus
tidak suka karena mereka bukanlah bagian dari murid Yesus. Mereka tidak senang
atas mukjizat yang dilakukan karena mereka merasa belum dapat melakukan
mukjizat.
Hal seperti itu seringkali terjadi di dalam
kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari. Kita akan melakukan segala cara
agar dapat mencapai mimpi kita. Tetapi ketika kita melihat orang lain dapat
dengan mudah mencapai mimpi mereka, kita iri. Kita merasa tidak bisa melakukan
hal yang sama dengan yang orang lain bisa capai. Kita selalu menilai kesuksesan
orang lain dengan kacamata kita. Kita menilai dan memperlakukan orang lain
sesuai dengan ukuran dan selera kita.
Hal ini tentunya mengundang
pertanyaan untuk diri kita. Apakah kita juga tidak senang dengan pencapaian
orang lain? Apakah kita tidak suka dengan kebahagiaan orang lain? Kebanyakan
dari kita sering berbuat hal yang tidak baik. Seperti mencegah seseorang untuk
dapat mencapai mimpinya. Kita merasa mengapa mereka bisa dengan mudah mencapai
sesuatu yang di inginkan, sedangkan kita sendiri membutuhkan perjuangan untuk
mencapai apa yang kita inginkan.
Tuhan sendiri berbiacara mengenai
hal mengadakan mukjizat.
"Janganlah kamu cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah
mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.”
(Markus 9:39)
Yesus sendiri tidak keberatan jika
ada orang yang dapat melakukan mukjizat atas nama-Nya. Orang yang dapat
melakukan mukjizat itu adalah orang yang percaya dengan Yesus meskipun bukan
sebagai murid Yesus. Yesus tidak ingin kedua belas muridnya menganggap
pengusiran setan adalah tindakan yang salah karena yang melakukan bukanlah
murid Yesus. Karena dengan meolong orang lain, sesungguhnya orang itu telah
melakukan kehendak Allah.
Kita seharusnya sadar bahwa bukan hanya kita saja yang dapat melakukan
kebaikan, karena semua orang dapat melakukan kebaikan seperti yang telah Tuhan
lakukan. Atau lebih baik bila orang lain bergabung dengan kita dalam melakukan
kebaikan. Sebagai murid Yesus yang terpenting yang harus kita lakukan adalah
hidup dalam damai dan kasih dengan sesama. Jangan mencari hal-hal yang besar
tetapi hiduplah dalam kerendahan hati.
Comments
Post a Comment