30 September 2018

Dalam perjalanan hidupnya, tentunya manusia memiliki mimpi yang ingin ia capai. Dan menurut dia jika sudah mendapatkan apa yang ingin di capai, dapat dikatakan dia telah sukses. namun terkadang apa yang telah di capai seseorang dikatakan belum sukses menurut pandangan orang lain. Banyak orang yang iri akan kesuksesan yang telah diraih oleh seseorang hingga dia melakukan segala cara untuk dapat menjatuhkan kesuksesan seseorang. Padahal setiap orang berhak dengan jalan hidupnya sendiri tanpa campur tangan orang lain. Seperti cerita dalam Injil ketika murid Yesus tidak suka ketika ada orang yang bukan murid Yesus dapat melakukan mukjizat atas nama Yesus. Murid Yesus tidak suka karena mereka bukanlah bagian dari murid Yesus. Mereka tidak senang atas mukjizat yang dilakukan karena mereka merasa belum dapat melakukan mukjizat.
Hal seperti itu seringkali terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari. Kita akan melakukan segala cara agar dapat mencapai mimpi kita. Tetapi ketika kita melihat orang lain dapat dengan mudah mencapai mimpi mereka, kita iri. Kita merasa tidak bisa melakukan hal yang sama dengan yang orang lain bisa capai. Kita selalu menilai kesuksesan orang lain dengan kacamata kita. Kita menilai dan memperlakukan orang lain sesuai dengan ukuran dan selera kita.
Hal ini tentunya mengundang pertanyaan untuk diri kita. Apakah kita juga tidak senang dengan pencapaian orang lain? Apakah kita tidak suka dengan kebahagiaan orang lain? Kebanyakan dari kita sering berbuat hal yang tidak baik. Seperti mencegah seseorang untuk dapat mencapai mimpinya. Kita merasa mengapa mereka bisa dengan mudah mencapai sesuatu yang di inginkan, sedangkan kita sendiri membutuhkan perjuangan untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Tuhan sendiri berbiacara mengenai hal mengadakan mukjizat.  "Janganlah kamu cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.” (Markus 9:39)
Yesus sendiri tidak keberatan jika ada orang yang dapat melakukan mukjizat atas nama-Nya. Orang yang dapat melakukan mukjizat itu adalah orang yang percaya dengan Yesus meskipun bukan sebagai murid Yesus. Yesus tidak ingin kedua belas muridnya menganggap pengusiran setan adalah tindakan yang salah karena yang melakukan bukanlah murid Yesus. Karena dengan meolong orang lain, sesungguhnya orang itu telah melakukan kehendak Allah.
Kita seharusnya sadar bahwa bukan hanya kita saja yang dapat melakukan kebaikan, karena semua orang dapat melakukan kebaikan seperti yang telah Tuhan lakukan. Atau lebih baik bila orang lain bergabung dengan kita dalam melakukan kebaikan. Sebagai murid Yesus yang terpenting yang harus kita lakukan adalah hidup dalam damai dan kasih dengan sesama. Jangan mencari hal-hal yang besar tetapi hiduplah dalam kerendahan hati.

Comments