Bab 4 - Yesus Kristus dan Tritunggal Mahakudus


. Injil Matius dan Injil Lukas mendeskripsikan kelahiran Yesus, khususnya bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan di Betlehem sebagai pemenuhan nubuat para nabi. Laporan dari Injil Lukas menekankan peristiwa-peristiwa sebelum kelahiran Yesus dan berpusat pada Maria, sementara Injil Matius kebanyakan mencakup peristiwa-peristiwa setelah kelahiran dan berpusat pada Yusuf.
Kedua laporan tersebut menyatakan bahwa Yesus dilahirkan bagi Yusuf dan Maria, tunangannya, di Betlehem, dan kedua laporan tersebut mendukung doktrin kelahiran dari perawan yang menyatakan bahwa Yesus dikandung secara ajaib dari Roh Kudus di dalam rahim Maria dan ia tetap seorang perawan. Kelahiran dari perawan telah menjadi salah satu ajaran yang konsisten dalam keyakinan Kristen ortodoks, walaupun sejumlah teolog liberal mempertanyakannya selama 150 tahun terakhir ini. Injil Matius berulang kali mengutip Perjanjian Lama untuk mendukung keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan untuk bangsa Yahudi.
Menurut Lukas 1:31–38, Maria mengetahui dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak yang disebut Yesus melalui tindakan Roh Kudus. Pada waktu Maria akan melahirkan, ia dan Yusuf melakukan perjalanan dari Nazaret ke kampung halaman Yusuf di Betlehem untuk mendaftarkan diri dalam sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus. Ketika berada di sana Maria melahirkan Yesus, dan karena mereka tidak mendapat tempat di rumah penginapan, ia menempatkan bayi yang baru dilahirkannya di dalam sebuah palungan (Lukas 2:1–7). Seorang malaikat mengabarkan kelahiran itu kepada beberapa gembala, selanjutnya mereka pergi ke Betlehem untuk melihat Yesus dan kemudian menyebarkan berita tersebut (Lukas 2:8–20). Setelah mempersembahkan Yesus di Bait Allah, Yusuf, Maria, dan Yesus kembali ke Nazaret.
Yesus disebut sebagai seorang τέκτων (tekton) dalam menurut tradisi dipahami sebagai tukang kayu tetapi dapat juga mencakup para pembuat benda dalam berbagai bahan, termasuk pembangun. Injil memperlihatkan bahwa Yesus dapat membaca, memparafrasakan, dan berdebat kitab suci, tetapi belum tentu berarti bahwa Yesus menerima pelatihan menulis secara formal. Menjelang awal pelayanan Yesus, Ia menetapkan dua belas rasul.
Dalam Injil Matius dan Markus, kendati Yesus hanya sekilas saja meminta mereka untuk bergabung dengan-Nya, empat rasul pertama Yesus yang adalah nelayan dideskripsikan segera menyetujui permintaan Yesus serta meninggalkan jala dan perahu mereka untuk melakukannya (Matius 4:18–22, Markus 1:16–20). Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa dua rasul pertama Yesus adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Saat itu Yohanes Pembaptis melihat Yesus dan menyebut-Nya Anak Domba Allah; kedua murid itu mendengarnya dan menjadi pengikut Yesus.


Terlepas dari Kedua Belas Rasul, bagian pembukaan Khotbah di Tempat Datar mengidentifikasi sekelompok besar orang sebagai murid-murid (Lukas 6:17). Dalam Lukas 10:1–16 juga dikisahkan Yesus mengutus tujuh puluh atau tujuh puluh dua pengikut-Nya secara berpasangan untuk mempersiapkan kota-kota yang akan dikunjungi Yesus. Mereka diperintahkan untuk menerima keramahtamahan pemilik rumah yang bersedia menampung mereka, menyembuhkan orang sakit, dan menyebarkan berita datangnya Kerajaan Allah.
Yesus dalam akhir hidupnya dihukum di gantung di atas kayu salib dan disaksikan oleh banyak orang setelah yesus wafat di kayu salib tubuhnya dimakamkan di bukit batu yang di pahat lalu ditutupi batu besar dan dijaga oleh penjaga. Lalu pada hari ketiga setelah wafatnya ia bangkit dari antara orang mati lalu mengunjungi murid – murid nya sebelum naik ke surga.
Tritunggal Mahakudus sendiri berarti bahwa ada satu Tuhan dengan tiga pribadi. Mungkin memang pengertian Tritunggal Mahakudus bisa dianalogikan dengan hal – hal yang lainnya, ambil saja contohnya sebagai matahari. Matahari dapat memancarkan energi panas, dan membantu menyinari bumi, bagaimanapun juga matahari tetaplah satu matahari walaupun ia memiliki dua fungsi yang berbeda. Tentunya akan ada perbedaan persepsi dan cara pandang ataupun cara pikir mengenai hal ini, tetapi yang pasti Allah Bapa telah mengutus Yesus Kristus sebagai pernyataan akan diri-Nya sendiri yang membuat kita mempercayai akan Tritunggal Mahakudus. Tri berarti tiga, dan tunggal berarti menjadi satu. Ketika pribadi yang ada dalam Tritunggal Mahakudus adalah Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Saya akan berusaha memberikan penjelasan akan masing – masing pribadi sesuai rumusannya dengan apa yang bisa anda ketahui, sebagai berikut:
1. Allah Bapa
Allah Bapa adalah pribadi pertama dalam ketiga pribadi pada Allah Tritunggal. Kita pertama – tama mengenal Allah Bapa karena Yesus sendiri seringkali berdoa kepada Bapa-Nya di surga. Sama seperti yang telah Yesus katakan, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:7, 9). Dengan mengenali Tuhan Yesus melalui semua perumpamaan yang Ia buat dan berusaha mengenal Yesus dengan lebih dekat lagi dengan melakukan renungan atas ayat – ayat yang ada pada kitab suci, kita secara langsung juga mengenal Allah Bapa itu sendiri karena mereka adalah satu.
Sebelum mengenal Allah Bapa melalui Yesus, Allah Bapa adalah Allah yang sama yang membentuk bumi dan menciptakan kehidupan di bumi, membimbing kaum Israel keluar dari Mesir dan adalah Allah yang sama yang membimbing dan mengangkat Abraham sebagai Bapa Segala Bangsa. Dan karena cinta-Nya yang besar, Allah Bapa mengutus Yesus sebagai pribadi yang kedua.
2. Allah Putra
Allah Putra adalah pribadi kedua dalam ajaran Gereja tentang Tritunggal Mahakudus. Dan seperti yang kita ketahui, Ia adalah Yesus Kristus sendiri. Salah satu tujuan ataupun makna kelahiran Yesus Kristus atau kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk menjembatani hubungan Allah dan manusia yang rusak karena dosa. Adanya Yesus yang telah datang ditengah – tengah kita membuat kita menjadi lebih mengerti tentang pribadi Allah. Tentang bagaimana Allah sendiri mau menjadi seperti manusia dan merasakan semua yang kita rasakan.
Karakter Kristus sendiri juga 100% Allah dan 100% manusia dan hal inilah yang membantu para rasul untuk bisa lebih dekat dengan Kristus. Kedatangan Kristus ke dunia membuat kita mengenal pribadi Allah secara lebih jauh, mengenal betapa baiknya Allah, dan betapa pedulinya Allah akan keselamatan manusia ciptaan-Nya. Apabila diibaratkan, Allah itu seperti samudra luas yang tidak terselami, dengan adanya Yesus, kita bisa mengerti sedikit lebih jelas akan rupa dan sifat – sifat baik Allah untuk membantu menyelamatkan kita dari dosa yang menghantar kita pada kematian dan maut.
3. Allah Roh Kudus
Dan pribadi yang ketiga adalah Allah Roh Kudus. Allah Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri yang bekerja untuk membimbing dan menyertai kita sepanjang hidup. Atas adanya keberadaan Roh Kuduslah kita dimampukan untuk melakukan berbagai kebaikan dan menghasilkan beberapa buah-buah Roh Kudus atas penyertaan-Nya. Roh Kudus membantu kita dan memampukan kita untuk melakukan berbagai hal baik dengan lebih maksimal. Sama seperti kejadian pada malam pentakosta pada jaman Yesus, banyak dari murid-Nya yang berduka dan ketika turun pencurahan Roh Kudus dalam bentuk lidah – lidah api, para murid Yesus menjadi lebih dikuatkan dan terhibur. Untuk mendapatkan karunia Roh Kudus yang memiliki dampak besar yang baik pada kehidupan kita, tentunya kita harus semakin mendekat kepada Allah dan mematuhi perintah – perintah-Nya.

Comments