. Injil Matius dan Injil Lukas
mendeskripsikan kelahiran Yesus, khususnya bahwa Yesus dilahirkan dari seorang
perawan di Betlehem
sebagai pemenuhan nubuat para nabi. Laporan dari Injil Lukas menekankan
peristiwa-peristiwa sebelum kelahiran Yesus dan berpusat pada Maria, sementara
Injil Matius kebanyakan mencakup peristiwa-peristiwa setelah kelahiran dan
berpusat pada Yusuf.
Kedua laporan tersebut menyatakan
bahwa Yesus dilahirkan bagi Yusuf dan Maria, tunangannya,
di Betlehem, dan kedua laporan tersebut mendukung doktrin kelahiran dari perawan yang menyatakan
bahwa Yesus dikandung secara ajaib dari Roh Kudus di dalam rahim Maria dan ia
tetap seorang perawan. Kelahiran dari perawan telah menjadi salah satu ajaran
yang konsisten dalam keyakinan Kristen ortodoks, walaupun sejumlah teolog
liberal mempertanyakannya selama 150 tahun terakhir ini. Injil Matius berulang
kali mengutip Perjanjian Lama untuk mendukung keyakinan bahwa Yesus adalah
Mesias yang dijanjikan untuk bangsa Yahudi.
Menurut Lukas 1:31–38,
Maria mengetahui dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak
yang disebut Yesus melalui tindakan Roh Kudus. Pada waktu Maria akan
melahirkan, ia dan Yusuf melakukan perjalanan dari Nazaret ke kampung halaman
Yusuf di Betlehem untuk mendaftarkan diri dalam sensus yang diperintahkan oleh Kaisar
Agustus. Ketika berada di sana Maria melahirkan Yesus, dan karena
mereka tidak mendapat tempat di rumah penginapan, ia menempatkan bayi yang baru
dilahirkannya di dalam sebuah palungan (Lukas 2:1–7).
Seorang malaikat mengabarkan kelahiran itu
kepada beberapa gembala, selanjutnya mereka pergi ke Betlehem untuk
melihat Yesus dan kemudian menyebarkan berita tersebut (Lukas 2:8–20).
Setelah mempersembahkan Yesus di Bait Allah,
Yusuf, Maria, dan Yesus kembali ke Nazaret.
Yesus disebut sebagai seorang
τέκτων (tekton) dalam menurut tradisi dipahami sebagai tukang kayu
tetapi dapat juga mencakup para pembuat benda dalam berbagai bahan, termasuk
pembangun. Injil memperlihatkan bahwa Yesus dapat membaca,
memparafrasakan, dan berdebat kitab suci, tetapi belum tentu berarti bahwa
Yesus menerima pelatihan menulis secara formal. Menjelang awal pelayanan Yesus,
Ia menetapkan dua belas rasul.
Dalam Injil Matius dan Markus,
kendati Yesus hanya sekilas saja meminta mereka untuk bergabung dengan-Nya,
empat rasul pertama Yesus yang adalah nelayan dideskripsikan segera menyetujui
permintaan Yesus serta meninggalkan jala dan perahu mereka untuk melakukannya (Matius
4:18–22, Markus
1:16–20). Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa dua rasul
pertama Yesus adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Saat itu Yohanes Pembaptis
melihat Yesus dan menyebut-Nya Anak Domba
Allah; kedua murid itu mendengarnya dan menjadi pengikut Yesus.
Terlepas dari Kedua Belas Rasul,
bagian pembukaan Khotbah di Tempat Datar mengidentifikasi
sekelompok besar orang sebagai murid-murid (Lukas 6:17).
Dalam Lukas 10:1–16
juga dikisahkan Yesus mengutus tujuh puluh
atau tujuh puluh dua pengikut-Nya secara berpasangan untuk
mempersiapkan kota-kota yang akan dikunjungi Yesus. Mereka diperintahkan untuk
menerima keramahtamahan pemilik rumah yang bersedia menampung mereka,
menyembuhkan orang sakit, dan menyebarkan berita datangnya Kerajaan Allah.
Yesus dalam akhir hidupnya dihukum
di gantung di atas kayu salib dan disaksikan oleh banyak orang setelah yesus
wafat di kayu salib tubuhnya dimakamkan di bukit batu yang di pahat lalu
ditutupi batu besar dan dijaga oleh penjaga. Lalu pada hari ketiga setelah
wafatnya ia bangkit dari antara orang mati lalu mengunjungi murid – murid nya
sebelum naik ke surga.
Tritunggal Mahakudus sendiri berarti bahwa ada satu
Tuhan dengan tiga pribadi. Mungkin memang pengertian Tritunggal Mahakudus bisa
dianalogikan dengan hal – hal yang lainnya, ambil saja contohnya sebagai
matahari. Matahari dapat memancarkan energi panas, dan membantu menyinari bumi,
bagaimanapun juga matahari tetaplah satu matahari walaupun ia memiliki dua
fungsi yang berbeda. Tentunya akan ada perbedaan persepsi dan cara pandang
ataupun cara pikir mengenai hal ini, tetapi yang pasti Allah Bapa telah
mengutus Yesus Kristus sebagai pernyataan akan diri-Nya sendiri yang membuat
kita mempercayai akan Tritunggal Mahakudus. Tri berarti tiga, dan tunggal
berarti menjadi satu. Ketika pribadi yang ada dalam Tritunggal Mahakudus adalah
Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Saya akan berusaha memberikan
penjelasan akan masing – masing pribadi sesuai rumusannya dengan apa yang bisa
anda ketahui, sebagai berikut:
1. Allah Bapa
Allah Bapa adalah pribadi pertama dalam ketiga pribadi
pada Allah
Tritunggal. Kita pertama – tama mengenal Allah Bapa karena Yesus
sendiri seringkali berdoa kepada Bapa-Nya di surga. Sama seperti yang telah
Yesus katakan, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”
(Yohanes 14:7, 9). Dengan mengenali Tuhan Yesus
melalui semua perumpamaan yang Ia buat dan berusaha mengenal Yesus dengan lebih
dekat lagi dengan melakukan renungan atas ayat – ayat yang ada pada kitab suci,
kita secara langsung juga mengenal Allah Bapa itu sendiri karena mereka adalah
satu.
Sebelum mengenal Allah Bapa melalui Yesus, Allah Bapa
adalah Allah yang sama yang membentuk bumi dan menciptakan kehidupan di bumi,
membimbing kaum Israel keluar dari Mesir dan adalah Allah yang sama yang
membimbing dan mengangkat Abraham sebagai Bapa Segala Bangsa. Dan karena
cinta-Nya yang besar, Allah Bapa mengutus Yesus sebagai pribadi yang kedua.
2. Allah Putra
Allah Putra adalah pribadi kedua dalam ajaran Gereja
tentang Tritunggal Mahakudus. Dan seperti yang kita ketahui, Ia adalah Yesus
Kristus sendiri. Salah satu tujuan ataupun makna
kelahiran Yesus Kristus atau kedatangan Yesus ke dunia adalah
untuk menjembatani hubungan Allah dan manusia yang rusak karena dosa. Adanya
Yesus yang telah datang ditengah – tengah kita membuat kita menjadi lebih
mengerti tentang pribadi Allah. Tentang bagaimana Allah sendiri mau menjadi
seperti manusia dan merasakan semua yang kita rasakan.
Karakter
Kristus sendiri juga 100% Allah dan 100% manusia dan hal inilah
yang membantu para rasul untuk bisa lebih dekat dengan Kristus. Kedatangan
Kristus ke dunia membuat kita mengenal pribadi Allah secara lebih jauh,
mengenal betapa baiknya Allah, dan betapa pedulinya Allah akan keselamatan
manusia ciptaan-Nya. Apabila diibaratkan, Allah itu seperti samudra luas yang
tidak terselami, dengan adanya Yesus, kita bisa mengerti sedikit lebih jelas
akan rupa dan sifat – sifat baik Allah untuk membantu menyelamatkan kita dari
dosa yang menghantar kita pada kematian dan maut.
3. Allah Roh Kudus
Dan pribadi yang ketiga adalah Allah Roh Kudus. Allah Roh Kudus
adalah Roh Allah sendiri yang bekerja untuk membimbing dan menyertai kita
sepanjang hidup. Atas adanya keberadaan Roh Kuduslah kita dimampukan untuk
melakukan berbagai kebaikan dan menghasilkan beberapa buah-buah Roh Kudus atas
penyertaan-Nya. Roh Kudus membantu kita dan memampukan kita untuk melakukan
berbagai hal baik dengan lebih maksimal. Sama seperti kejadian pada malam
pentakosta pada jaman Yesus, banyak dari murid-Nya yang berduka dan ketika
turun pencurahan Roh Kudus dalam bentuk lidah – lidah api, para murid Yesus
menjadi lebih dikuatkan dan terhibur. Untuk mendapatkan karunia Roh Kudus yang
memiliki dampak besar yang baik pada kehidupan kita, tentunya kita harus semakin
mendekat kepada Allah dan mematuhi perintah – perintah-Nya.
Comments
Post a Comment