Bab 7 - Iman Sosial Politik Hukum HAM dan Demokrasi


Dalam alkitab ditemui berbagai hal yang didalamnya mengajak umat untuk turut serta dalam pembangunan bahkan dalam pemerintah. Melalui nabi yeremia, mengajarkan agar setiap orang turut bertanggungjawab untuk membangun kesejahteraan kota di mana ia ditempatkan oleh Tuhan (Yer. 29:4-7 ; Rm. 13:1-7). Bila hal seperti ini berlaku dalam masa dan terhadap pemerintah yang sedang menjajah apalagi terhadap pemerintah bangsa Indonesia.
 Pemerintah Publik Indonesia adalah pemerintah kita sendiri dan kehadiran kita pada saat seperti ini di tengah Republik ini adalah ketetapan Tuhan, bukan atas pilihan kita sendiri karena itu harus kita terima dan syukuri dengan demikian dapat di garis bawahi pemerintah itu adalah Ketetapan Tuhan, bukan atas pilihan kita. Sama seperti bagian komponen bangsa yang lain, umat kristiani baik secara individu maupun kelompok ikut bertanggung jawab untuk menjaga kelangsungan kemerdekaan bangsa ini dalam arrti bebas dari pengaruh dan kekuatan luar manapun dan memaksanya untuk melakukan apa yang sesungguhnya tidak di inginkan. Maka umat yang mengemban tugas bersama untuk turut serta mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.
Apakah prinsip dasar dari hukum Allah? Ada dalam Alkitab,Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan Taurat (Roma 13:10). Hukum Allah diringkaskan dalam kasih. Ada dalam Alkitab,’”Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah yang terutama dan yang pertama. Dan yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua inilah tergantung seluruh Taurat dan kitab para nabi (Matius 22:37-40).
Sepuluh perintah Allah dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu perintah 1-3 yang mengatur hubungan Allah dengan manusia dan 4-10 mengatur hubungan manusia dengan manusia yang dapat dilihat dalam sepuluh perintah Allah berikut:
a. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
b. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
c. Kuduskanlah hari Tuhan.
d. Hormatilah ibu bapakmu
e. Jangan membunuh
f. Jangan berzinah
g. Jangan mencuri
h. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu
i. Jangan menginginkan isteri sesamamu
j. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
Kalau kita hubungkan dengan hidup kita sehari-hari, pelaksanaan suatu hukum tanpa dibarengi dengan kesadaran tidak akan langgeng. Didalam menerapkan suatu hukum, kita memerlukan sikap batin. Menilai suatu perbuatan, tidak cukup hanya menilai benar atau salah dari segi hukum saja. Sikap lahir dan batin harus sejalan.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang menerapkan sistem demokrasi pada pemerintahannya. Penerapan sistem demokrasi ini tidak semata-mata langsung di putuskan begitu saja mengingat betapa kerasnya para pahlawan dan rakyat lainnya merebut kemerdekaan dari para penjajah kala itu. Sejak lama Indonesia telah menjadi Negara yang terjajah dari tanahnya sendiri, hal ini disebabkan oleh banyaknya komiditi yang diperlukan oleh para penjajah seperti salah satunya yang paling berharga adalah rempah-rempah yang dihasilkan oleh tanah kita. Lalu bagi orang percaya bagaimana menanggapi demokrasi itu sendiri? Hidup orang yang percaya tentunya memiliki iman yang hanya mengarah kepada sang juruselamat yaitu Yesus Kristus dan teladannya semasa Ia hidup serta karakter kristus di dunia semata-mata menggenapi kehendak Bapa dan janji Tuhan bagi orang percaya. Bagi orang percaya contoh demokrasi dalam alkitab yang sempurna adalah Tuhan itu sendiri, dalam alkitab memang tidak dinyatakan secara langsung mengenai demokrasi atau terdapat kata demokrasi di dalamnya.

Demokrasi adalah hak yang Tuhan kasih kepada manusia setelah banyaknya hal yang manusia inginkan dan tuntut kepada Tuhan untuk diberikan, pada jaman dahulu ketika manusia terjajah manusia menginginkan kebebasan, setelah kebebasan didapatkan manusia ingin agar juga dapat mengatur suatu hal yang besar. Ketika semuanya tidak sesuai dengan keinginan manusia meninggalkannya dan meminta yang lain kepada Tuhan. Demokrasi yang dijelaskan dengan kata dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat sampai saat ini merupakan hal yang begitu sempurna bagi seorang rakyat, rakyat memberikan pilihan yang diinginkannya semata-mata demi memenuhi kepuasan rakyat itu sendiri dan semua itu dilakuan oleh rakyat. Namun ketika semua itu tidak berjalan dengan baik rakyat juga yang akan menuntut dan kemudian meminta yang lebih baik.
Banyak manusia yang beranggapan bahwa Tuhan tidak apa di duakan toh Tuhan akan selalu menerima kembali, di sini kita sebagai kaum percaya diperingatkan kembali bahwa kehadiran Tuhan dalam hidup kita tidak bolehlah sekali-kali dipermainkan. Tuhan adalah yang maha kuasa dan maha kasih mengapa harus sampai rela dipermainkan oleh manusia? Oh Tuhan Yesus, sekiranya kita bertobat sekali lagi dan memohon ampunan Tuhan atas dosa telah meremehkan Tuhan selama ini. Sekiranya kita boleh mengambil bagian dalam ciri orang bijak menurut alkitab dalam menyingkapi demokrasi ini sehingga boleh menjadi contoh prilaku sebagai terang dan garam dunia.
Tuhan tahu bahwa daging pada manusia tidak akan membuat manusia menjadi ciptaan yang seperti semula, semua ini karena dosa yang telah tertanam sejak lama dalam diri manusia. Karena Tuhan tahu manusia tidak akan mampu lepas dari dosa-dosanya maka diberikannyalah anaknya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menggantikan manusia menerima cawan murka Allah, keteladanan Yesus Kristus merupakan gambaran hidup yang sejati dihadapan Allah. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melaikan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)”.

Comments